Negara di Asia tenggara yang belum menjadi anggota ASEAN adalah?

Baca Juga :  ‘’Lebai Malang’’ Tersebutlah kisah seorang guru agama yang hidup di tepi sungai, di sebuah desa di Sumatera Barat. Pada suatu hari, ia mendapat undangan pesta dari dua orang kaya dari desa-desa tetangga. Sayangnya pesta tersebut diadakan pada hari dan waktu yang bersamaan. Pak lebai menimang-nimang untung dan rugi dari setiap undangan. Ia berpikir, kalau ia ke pesta di desa hulu sungai, tuan rumah akan memberinya hadiah dua ekor kepala kerbau. Namun, ia belum begitu kenal dengan tuan rumah tersebut. Menurut berita, masakan orang-orang hulu sungai tidak seenak orang hilir. Kalau ia pergi ke pesta di hilir sungai, ia akan mendapat hadiah seekor kepalala kerbau yang dimasak dengan enak. Ia juga kenal betul dengan tuan rumah tersebut. Tetap, tuan rumah di hulu sungai akan member tamunya tambahan kue-kue. Pak Lebai berfikir keras untuk mendapatkan semuanya. Setelah beberapa saat, dikayuh sampannya menuju hilir sungai lebih dahulu dari tetangganya. Karena ia kenal baik dengan tuan rumah itu, ia diterima dengan baik oleh tuan rumah. Sesaat kemudian, pak Lebai mulai bersandiwara. Ia tidak bisa lama-lama menghadiri pesta ini karena suatu hal. Oleh karena itu, tuan rumah pun mengizinkannya. Dan karena sudah menghadiri pestanya, maka tuan rumah memberikan hadiah satu kepala kerbau yang dimasak dengan enak. Setelah pamitan, pak Lebai pun segera pergi ke pesta di hulu sungai. Ia mengayuh dengan cepat, agar tidak terlambat. Ketika sampai disana, acara nampaknya baru saja dimulai. Maka legalah hatinya. Setelah selesai pesta, pak Lebai mendapat dua kepala kerbau dan kue yang sedap. ……… Dalam kisah diatas pak Lebai dilukiskan sebagai tokoh yang mempunyai watak?

Dijawab oleh : Admin Eleutheral Living

Leave a Comment